Ditulis pada

Batik Warisan Budaya Indonesia

Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan kekayaan budayanya. Setiap daerah pasti memiliki budaya yang berbeda beda. Ada  begitu banyak budaya yang dimiliki  bangsa Indonesia, salah satu di antaranya yaitu batik. Batik termasuk bagian dari kekayaan budaya bangsa kita yang sudah ada sejak zaman kerajaan.

Pada awalnya batik hanya terbatas dalam lingkungan keraton saja, namun seiring berjalannya waktu kesenian membatik ini kemudian ditiru oleh rakyat jelata dan selanjutnya meluas sebagai pekerjaan kaum wanita untuk mengisi waktu luang.

Batik merupakan produk budaya Indonesia yang sangat unik dan kekayaan budaya yang harus dilestarikan serta dibudidayakan. Batik juga merupakan salah satu solusi untuk menambah devisa negara melalui perdagangan industri kecil dan menengah. Selain sebagai warisan budaya, keindahan batik juga telah diakui dunia.

Batik memiliki sejarah perjalanan yang panjang, hingga kini batik secara resmi diakui oleh Unesco. Berawal dari perlawanan Indonesia yang tidak menginginkan batik diklaim oleh negara tetangga Malaysia, sejak tahun 2008 pemerintah Indonesia memasukkan batik ke dalam deretan representatif budaya tak benda warisan manusia Unesco atau Representative List of Intangible Cultural Heritage-Unesco dalam sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah tentang warisan budaya tak benda di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Kemudian batik diterima resmi oleh Unesco pada 9 Januari 2009 untuk diproses. Dan barulah pada 2 Oktober 2009 Unesco mengakui batik. Sejak saat itu, setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Unesco mengakui bahwa Batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal. Hal itu terlihat dari bayi yang digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan, dan ketika seseorang meninggal ditutup dengan kain batik.

Selain itu, pakaian dengan corak sehari-hari juga dipakai secara rutin dalam kegiatan bisnis dan akademis. Sementara berbagai corak lainnya dipakai dalam upacara pernikahan, kehamilan, juga dalam wayang, kebutuhan non-sandang dan berbagai penampilan kesenian. Kain batik bahkan memainkan peran utama dalam ritual tertentu.

Depbudpar menyatakan masuknya Batik Indonesia dalam Unesco Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity merupakan pengakuan internasional terhadap salah satu mata budaya Indonesia, sehingga diharapkan dapat memotivasi dan mengangkat harkat para penggrajin batik dan mendukung usaha meninggkatkan kesejahteraan rakyat.

Perjuangan agar batik dapat diakui oleh dunia tidaklah mudah dan melibatkan banyak pihak, oleh karena itu kita sebagai warga Indonesia harus bangga dan mau melestarikan budaya kita ini.

 

Please follow and like us:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *