Ditulis pada

Profil Subama Batik Cilacap

Subama Batik Cilacap merupakan produsen batik khas Cilacap yang beralamat di Jl. Betet RT 03 / 08 Desa Bajing Kulon, Kroya, Cilacap.

Subama batik secara resmi berdiri pada tanggal 5 November 2013. Subama Batik Cilacap mendapat fasilitas dari UMKM yang bekerjasama dengan BAPPEDA untuk mengajukan hak atas kekayaan intelektual (HaKI) pada tahun 2016 dan pada tahun 2018 HaKI Cilacap secara resmi jatuh ke Subama Batik Cilacap. Pusat perbelanjaan batik grosir dan eceran ini berdiri karena adanya keinginan yang besar dari pemilik yaitu Bapak Lauchul Munir dan Ibu Faidah, untuk mengembangkan potensi yang dimiliki Kota Cilacap tercinta kita.

Meskipun keduanya berasal dari Kota Pekalongan, mereka bertekad untuk membuat batik asli Cilacap.
Hal ini dapat dilihat dari semua motif batik yang diproduksi, menyimbolkan Kota Cilacap itu sendiri dan tentunya memiliki filosofi masing masing dari setiap motifnya. Motifnya didesain sedemikian rupa hingga menjadi batik yang indah. Motif motif batik yang indah tersebut bukanlah hasil dari mengarang belaka namun hasil dari pengamatan di lapangan untuk mencari inspirasi hingga ditemukannya ide yang kemudian dituangkan pada selembar kain mori dan jadilah batik bermotif. Motif yang dibuat beraneka ragam dari nama hingga bentuknya.

Motif-motif Batik Subama Khas Cilacap


Filosofi: Di Cilacap terdapat sebuah pulau yang sangat terkenal di kalangan masyarakat sebagai tempat penahanan para napi kelas kakap yang bernama Pulau Nusakambangan. Pulaunya berada di tengah laut disimbolkan sebuah gunung, banyaknya tumbuhan yang hidup di pulau tersebut disimbolkan dengan tumbuhan berbunga yang cantik nan berwarna. Perahu menyimbolkan ada banyak perahu dan kapal nelayan yang berlayar di sekitar pulau. Dan jeruji menyimbolkan penjara tempat penahanan para napi. Selengkapnya: Motif Nusa Kambangan.

  

Filosofi: Motif ini terinspirasi dari bunga wijayakusuma nan cantik dengan daun yang berlekuk lekuk di tepinya. Bunga wijayakusuma menyimbolkan kemenangan dan terkenal di masyarakat bahkan banyak instansi yang menjadikan bunga ini sebagai logo termasuk logo Kota Cilacap juga memekai bunga Wijayakusuma. Hal ini menjadi daya tarik untuk menjadikannya sebagai motif batik. Selengkapnya: Motif Wijaya Kusuma.

   
Filosofi: Motif ini diambil dari suatu tempat di Desa Kroya yang diberi nama prapatan ngasem. Menurut cerita masyarakat, konon di sana pernah tumbuh sebatang pohon ngasem yang sangat besar. Selengkapnya: Motif Ngasem.


Filosofi: Srandil adalah nama gunung di Desa Srandil disimbolkan bentuk gunung. Gunungan dan wayang menyimbolkan ciri khas dari srandil itu sendiri. Bambu simbol dari banyaknya pohon bambu yang tumbuh di Cilacap. Udang menyimbolkan hasil laut masyarakat pesisir pantai di Cilacap. Selengkapnya: Motif Srandil.


Filosofi: Motif yang didesain dengan warna bunga dan daun yang berwarna warni menyimbolkan adanya tanaman teratai yang tumbuh di Desa Kedawung. Tanaman teratai ini tumbuh relatif lebih besar daripada teratai pada umumnya. Selengkapnya: Motif Teratai.

 
Filosofi: Desa Kroya dulu terkenal sebagai penghasil sayur sayuran. Banyak pedagang dari desa lain datang ke Kroya mencari sayur ( kulak ) untuk dijual ke pasar. Selengkapnya: Motif Danu.

 
Filosofi: Kota Cilacap yang letaknya berdekatan dengan laut menyebabkan banyak penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Motif biota laut ini menyimbolkan hasil laut para nelayan. Selengkapnya: Motif Biota Laut.

  • Motif Mangrove


Filosofi: Di Cilacap terdapat Hutan Payau yaitu rawa yang ditumbuhi mangrove yang cukup luas sebagai hutan pelindung ekosistem di kawasan segara anakan dan juga digunakan sebagai tempat wisata lingkungan. Selengkapnya: Motif Mangrove.

 
Filosofi: Motifnya sederhana namun sangat cantik. Ubur ubur adalah hewan yang habitatnya berada di laut. Ubur ubur ini menyimbolkan salah satu hasil laut. Selengkapnya: Motif Ubur-ubur.


Filosofi: Kawung melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal usulnya. Sedangkan Wijayakusuma yaitu bunga yang sangat cantik sebagai simbol kemenangan yang bisa ditemukan di pulau nusakambangan. Selengkapnya: Motif Kawung.

Dan masih banyak lagi motif motif lainnya yang belum disebutkan seperti motif jambu, jamur, suplir laptu, kuda laut, melati dan lain lain. Tidak hanya motif, Subama Batik Cilacap benar benar memproduksi batiknya sendiri langsung di Cilacap tidak di tempat lain. Tidak di tempat lain di sini maksudnya adalah mulai dari proses pembuatan desain pola sampai proses finishing dilakukan di Cilacap bukan di luar kota.

Di Subama Batik ini tidak hanya memproduksi batik tulis saja namun ada juga batik cap, batik sablon dan batik kombinasi. Dalam sehari Subama Batik Cilacap mampu memproduksi kurang lebih 250 batik sablon, 50 sampai 100 batik cap dan 5 sampai 10 potong batik tulis.

Subama Batik juga menerima pesanan batik, sarimbit, seragam instansi, seragam sekolah hingga souvenir. Pemesanan dapat dilakukan melalui whatsapp , facebook, instagram, atau bisa langsung datang ke Subama Batik.

Kelebihan dari pemesanan yaitu pelanggan bisa memesan batik dengan motif dan warna sesuai dengan keinginan.

Info lengkap:

AlamatRumput, Bajing Kulon, Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53282
Telpon0815-6662-440
WhatsApp0815-6662-440
FacebookSubama Batik Kroya
Instagramsubama_batik_kroya
Websitehttps://www.batikcilacap.com/

Please follow and like us:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *