Ditulis pada

Kebersamaan yang bikin awet muda

Di awal bulan Desember ini Subama Batik Cilacap memulai aktivitas kebersamaannya bersama anak anak TK Masyithoh Kroya pimpinan Ibu Yuri Kamaliyah. Sebelum ini sebenarnya Subama Batik Cilacap juga kedatangan seorang wisatawan dari Polandia yang datang secara mendadak tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Dengan waktu yang sangat singkat wisatawan ini sudah bisa menikmati rasa dan suasana membatik yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Tidak hanya wisatawan dari Polandia ini yang datang secara tiba tiba, sebelumnya Subama Batik Cilacap juga sering menerima tamu mendadak yang ingin belajar membatik.

Tepat pada hari Sabtu, 1 Desember 2018 Subama Batik Cilacap berbagi keseruan membatik dibantu guru guru TK Masyithoh yang solikhah dan amanah. Dengan semangat anak anak memulai proses belajar membatik. Pertama anak diajarkan bagaimana cara mengecap selembar kain berbentuk segiempat kecil menyerupai sapu tangan. Pada proses ini anak anak dibimbing langsung oleh owner Subama Batik Cilacap yaitu Bapak Lauchul Munir. Satu per satu anak mendapat giliran untuk mengecap kain milik mereka yang dibimbing dengan pelan pelan.

Mereka mengecap selembar kain di bagian tepi hingga menyisakan satu kotakan di tengan yang nantinya akan dibatik menggunakan canting. Dalam proses mencanting, anak dibimbing dengan pelan dan hati hati. Proses ini bisa dibilang berbahaya karena terdapat malam panas yang bisa saja terkena kulit sehingga perlu pengawasan yang lebih. Jika tidak ekstra hati hati malam panas tersebut bisa melukai kulit anak anak. Pada saat mencanting Ibu Faidah selaku istri Bapak Lauchul Munir juga ikut turun tangan dalam membimbing.

Yang terakhir anak diajarkan mencolet. Di sini anak diharuskan untuk melakukannya sendiri karena proses ini sangat aman melihat anak seumuran TK pasti sudah biasa mewarnai. Sebenarnya ini bukanlah proses terakhir pembuatan batik masih ada proses pewarnaan dan nglorod tapi proses tersebut dilakukan oleh pembimbing. Setelah proses membatik sudah bener benar selesai dan sudah menjadi batik anak anak bisa membawa pulang hasil karya mereka sebagai kenang kenangan untuk mereka.

Please follow and like us:
Ditulis pada

Tiada kata berhenti untuk belajar

Setelah kedatangan artis cantik Vicky Shu, kunjungan dari touris asal Polandia yang tak terduga, dan kunjungan dari TK Masyithoh Kroya, kini Subama Batik Cilacap kembali kedatangan tamu dari Dinas Sosial Martani Pucung.

Berbeda dengan kedatangan touris asal Polandia, tamu kali ini memang sudah membuat janji sebelumnya. Kegiatan ini ditujukan agar bisa menambah wawasan mereka dan juga menambah aktivitas. Kali ini yang datang dari panti tipe B, mungkin lain kali dari panti tipe yang lain. Sewaktu belajar mereka tampak seperti orang normal pada umumnya tidak terlihat seperti orang sakit tetap semangat.

Belajar mulai dari mencanting hingga nglorod pasien dari Dinas Sosial Pucung ini terlihat antusias dan senang. Meskipun sangat kaku saat mencanting bahkan terkadang gerakan tangannya membuat orang panik mereka tetap ingin belajar dan tetap dibimbing dengan ekstra hati hati. Mereka menikmati prosesnya, pelan dan juga fokus.

 

Dilanjut dengan proses mengecap, mereka dipersilahkan mengecap sendiri dengan diberi contoh sekali diawal. Proses ini tidak terlalu berbahaya tidak seperti pada proses mencanting membuat suasana tidak terlalu tegang. Enjoy dalam proses ini mereka terlihat santai mengecap. Satu dari mereka yang sudah mengecap memberi tahu temannya yang lain. Dari sini bisa dilihat bahwa sikap dan pemikiran mereka sudah mulai membaik layaknya orang normal

Mencolet, mereka juga mencoba tahap ini. Dengan menggunakan imajinasi, mereka mencolet hasil cantingan dan cap mereka secara kreatif. Dilanjutkan tahap mewarnai dan nglorod, mereka terlihat sangat menikmati aktivitas mereka. Mereka berkreatifitas memilih warna warna yang mungkin cocok dengan motif yang sudah mereka canting dan cap.

Terimakasih kami ucapkan kepada Dinas Sosial Martani Pucung yang sudah mau singgah di Subama Batik Cilacap. Semoga dengan adanya latian membatik bisa membantu proses penyembuhan sehingga kembali sehat dan bisa kembali ke masyarakat. Monggo siapa saja yang mau mampir, Subama Batik Cilacap selalu terbuka bagi anda yang juga ingin belajar membatik. Langsung saja datang ke Subama Batik.

Please follow and like us:
Ditulis pada

Keseruan membatik bersama Vicky Shu

Vicky Shu, artis cantik kelahiran Cilacap 8 Juli 1987 ini kabarnya telah mencalonkan dirinya sebagai caleg di Kabupaten Cilacap dan Banyumas. Menurut data yang dikeluarkan KPU, Vicky Shu telas terdaftar dalam Daftar Calon Tetap (DCT).

Pada hari Kamis 29 November 2018, Subama Batik Cilacap kedatangan artis cantik ini. Vicky Shu mengatakan bahwa sebagai orang Cilacap dirinya merasa bangga dengan adanya produksi kerajinan batik di kota kelahirannya Cilacap. Mengingat Vicky seorang pecinta batik, dia merasa senang dan bangga apalagi Subama Batik Cilacap sudah dipatenkan sebagai batik Cilacap.

Meskipun masih sedikit flu Vicky tetap semangat dan antusias dalam mengenal Subama Batik Cilacap. Di Subama, Vicky mencoba berbagai tahap dalam pembuatan batik mulai dari membuat pola, mencanting, mencolet, membuat batik cap, dan nyablon. Semua Vicky coba dengan semangat dan antusias.

Vicky terlihat begitu menikmati suasana pada saat dirinya mencoba mencanting, terlihat dari keseriusan dan ketelatenannya. Walaupun tidak terbiasa membatik dia sudah bisa membatik dengan bagus mengikuti pola yang sudah digambar sebelumnya. Vicky juga mengaku bahwa dia sudah menyukai batik sejak dirinya masih kecil dan memiliki banyak koleksi batik. Ibunya yang merupakan asli pekalongan, kota yang notabenenya adalah kota batik juga ikut mempengaruhi rasa suka yang dimiliki Vicky terhadap batik. Dengan ibu yang asal kota Pekalongan ini membuat Vicky sudah tidak asing lagi dengan kerajinan batik terbukti dengan melihat bagaimana cara Vicky dalam proses mencanting.

Tak hanya mencanting vicky juga mencoba untuk ngecap. Dilihat dari raut wajahnya Vicky terlihat senang dengan hasil cap-capannya dan tersenyum puas. Tak cukup berhenti disitu, Vicky pun ingin mencoba membuat batik sablon. Hasil sablonan Vicky membuat orang orang yang ada di sana terpana. Karena batik sablon memang berbeda dengan batik tulis, batik sablon dalam satu kali tahap proses pembuatan sudah bisa memperlihatkan bentuk batiknya.


Alhamdulillah acara ini dapat terselenggara dengan lancar tanpa halangan suatu apapun. Semoga ilmu yang kita ambil bisa bermanfaat untuk kita semua. Selesai membatik kita lanjutkan dengan sesi foto dan berbincang bincang ria bersama artis cantik Vicky Shu.

Please follow and like us:
Ditulis pada

Mas Mbak Duta Wisata 2018

Cilacap – Pariwisata termasuk dalam lima sektor unggulan penyumbang devisa negara terbesar dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Pariwisata mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, mengurangi krisis sosial dan lapangan kerja. Sebagai wujud rasa peduli dan dukungan akan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas , Paguyuban Mas Mbak Cilacap kembali menyelenggarakan Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Cilacap 2018.

Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Cilacap merupakan event yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya.Tujuannya adalah untuk memilih remaja terbaik di Kabupaten Cilacap yang dapat dijadikan role model bagi masyarakat. Tak hanya itu, Mas dan Mbak Duta Wisata Cilacap juga diharapkan dapat menaikkan branding pariwisata kabupaten Cilacap dengan mempromosikan , mengedukasi, dan menginspirasi pembangunan pariwisata kabupaten Cilacap

Event tahunan yang rutin diselenggarakan setiap satu tahun sekali, kini hadir kembali di tahun 2018. Di tahun ini penyelenggaraan grand final pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Cilacap dilaksanakan langsung di salah satu obyek wisata Cilacap yaitu Benteng Pendem yang mana tahun sebelumnya dilaksanakan di Alun Alun Cilacap. Misi promosi wisata menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan lokasi grand final.

Event yang diselenggarakan dari tanggal 8 Juli hingga 22 Juli 2018 ini berhasil memilih satu pasangan yang dianggap kompeten dan memenuhi kriteria untuk menyandang sebagai Mas dan Mbak Duta Wisata Cilacap 2018. Mereka berdua adalah Azrial Mohammad Fazri, umur 17 tahun dari SMK N 1 Karang Pucung dan Rahma Dewi Fernanda, umur 17 tahun dari SMA N 1 Maos.

Subama Batik Cilacap juga ikut ambil bagian dari event ini setiap tahunnya. Di tahun 2018 dapat dilihat penyandang Mas dan Mbak Duta Wisata Cilacap 2018 terlihat tampan dan cantik dengan balutan busana batik asli Cilacap motif wijayakusuma karya Subama Batik Cilacap. Didesain oleh desainer handal menambah kesan elegan dan cantik.

Dengan dinobatkannya sebagai Mas dan Mbak Duta Wisata Cilacap, Azrial dan rahma berkesempatan untuk mewakili kabupaten Cilacap dalam pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Jawa Tengah yang telah dilaksanakan pada 15 November 2018.

Please follow and like us:
Ditulis pada

Batik Warisan Budaya Indonesia

Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan kekayaan budayanya. Setiap daerah pasti memiliki budaya yang berbeda beda. Ada  begitu banyak budaya yang dimiliki  bangsa Indonesia, salah satu di antaranya yaitu batik. Batik termasuk bagian dari kekayaan budaya bangsa kita yang sudah ada sejak zaman kerajaan.

Pada awalnya batik hanya terbatas dalam lingkungan keraton saja, namun seiring berjalannya waktu kesenian membatik ini kemudian ditiru oleh rakyat jelata dan selanjutnya meluas sebagai pekerjaan kaum wanita untuk mengisi waktu luang.

Batik merupakan produk budaya Indonesia yang sangat unik dan kekayaan budaya yang harus dilestarikan serta dibudidayakan. Batik juga merupakan salah satu solusi untuk menambah devisa negara melalui perdagangan industri kecil dan menengah. Selain sebagai warisan budaya, keindahan batik juga telah diakui dunia.

Batik memiliki sejarah perjalanan yang panjang, hingga kini batik secara resmi diakui oleh Unesco. Berawal dari perlawanan Indonesia yang tidak menginginkan batik diklaim oleh negara tetangga Malaysia, sejak tahun 2008 pemerintah Indonesia memasukkan batik ke dalam deretan representatif budaya tak benda warisan manusia Unesco atau Representative List of Intangible Cultural Heritage-Unesco dalam sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah tentang warisan budaya tak benda di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Kemudian batik diterima resmi oleh Unesco pada 9 Januari 2009 untuk diproses. Dan barulah pada 2 Oktober 2009 Unesco mengakui batik. Sejak saat itu, setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Unesco mengakui bahwa Batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal. Hal itu terlihat dari bayi yang digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan, dan ketika seseorang meninggal ditutup dengan kain batik.

Selain itu, pakaian dengan corak sehari-hari juga dipakai secara rutin dalam kegiatan bisnis dan akademis. Sementara berbagai corak lainnya dipakai dalam upacara pernikahan, kehamilan, juga dalam wayang, kebutuhan non-sandang dan berbagai penampilan kesenian. Kain batik bahkan memainkan peran utama dalam ritual tertentu.

Depbudpar menyatakan masuknya Batik Indonesia dalam Unesco Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity merupakan pengakuan internasional terhadap salah satu mata budaya Indonesia, sehingga diharapkan dapat memotivasi dan mengangkat harkat para penggrajin batik dan mendukung usaha meninggkatkan kesejahteraan rakyat.

Perjuangan agar batik dapat diakui oleh dunia tidaklah mudah dan melibatkan banyak pihak, oleh karena itu kita sebagai warga Indonesia harus bangga dan mau melestarikan budaya kita ini.

 

Please follow and like us:
Ditulis pada

Berbagi ilmu membatik bersama Subama Batik Cilacap

Batik termasuk budaya Indonesia yang perlu dilestarikan. Namun hanya sebagian orang saja yang benar benar mengenal dan tahu bagaimana batik itu di buat. Memang membatik bukanlah perkara yang mudah, membatik memerlukan ketelatenan dalam pembuatannya.

Orang dewasa pun mungkin kesulitan dalam belajar membatik apa lagi untuk anak anak usia TK yang notabenenya masih fokus bermain dan bergurau. Namun bukan berarti belajar membatik bagi anak TK adalah hal yang mustahil.

Di Subama Batik Cilacap, anak anak bisa belajar membatik secara sekilas info. Mengapa hanya sekilas info? Karena belajar membatik tidaklah cukup hanya satu atau dua hari saja. Perlu waktu lebih banyak agar bisa menguasai teknik pembuatannya.

Ada sekitar 120 siswa TKIT Quantum Mulia Kroya bisa mendapat giliran untuk belajar mencanting dan mencolet. Acara yang diadakan mulai Senin, 5 November sampai Kamis, 8 November 2018 ini berjalan lancar. Walau dalam keadaan hujan, anak anak tetap ceria dan antusias membatik.

Satu per satu anak diajari bagaimana  cara mencanting, ada sekitar 5 orang yang siap membimbing dan mengawasi proses pembelajaran tersebut. Tak hanya mencanting, anak kemudian bisa belajar mencolet hasil batikan mereka. Anak dibiarkan mencolet sendiri namun tetap dalam pengawasan.

Selain bertujuan menambah wawasan, belajar membatik juga bisa menambah daya imajinasi agar bisa menumbuhkan jiwa seni yang dimiliki anak. Di usia usia TK ingatan anak masih sangat fresh jadi harus diisi dengan hal hal yang bermanfaat. Dan belajar membatik bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat.

Di Subama Batik Cilacap tidak hanya melayani anak TK saja namun bagi sipapun yang ingin belajar membatik baik tua atau muda, kaya atau miskin semua mendapat kesempatan. Subama Batik Cilacap selalu terbuka bagi mereka yang antusias untuk belajar. Bagi yang berminat untuk belajar bisa langsung datang ke Subama Batik Cilacap yang beralamat di Jl. Betet Rt 03 / 08 Desa Bajing Kulon Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap.

Jika ada kesempatan mengapa tidak dipergunakan? Mari kita belajar bersama-sama karena sejatinya menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap umat muslim.

Please follow and like us: